Rabu, 11 Mei 2011

Bank

Nama : Muhammad Fiki Pratama
NPM : 31108324
Kelas : 3DB04

Bank adalah Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnyadalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak dan dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Berdasarkan UU no 10 tahun 1998, Bank dibagi menjadi beberapa bentuk :
1. Bank Umum
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatan usahanya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

2. Bank Perkreditan Rakyat
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatan usahanya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Enam Pilar API

Nama : Muhammad Fiki Pratama
NPM : 31108324
Kelas : 3DB04


Visi arsitektur perbankan Indonesia adalah menciptakan sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisien, yang dugunakan untuk menciptakan kestabilan sistem keuangan nasional dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk merealisasikan pencapaian visi API tersebut maka ditetapkan 6 ( enam ) pilar API. Keenam pilar API tersebut adalah sebagai berikut :
1. Menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonominasional yang berkesinambungan
2. Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional
3. Menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi resiko
4. Mencipatakn Good Corporate Governance dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan nasional
5. Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industri perbankan yang sehat
6. Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan

Sumber Dana Bank

Nama : Muhammad Fiki Pratama
NPM : 31108324
Kelas : 3DB04

Dana Bank adalah uang tunai yang dimiliki Bank ataupun aktiva lancar yan dikuasai Bank dan setiap waktu dapat diuangkan.
Dana-dana Bank yang digunakan sebagai alat bagi operasioanal suatu Bank bersumber dari dana-dana sebagai berikut :
1. Dana Pihak kesatu ( Dana dari Modal Bank Sendiri )
Dana yang berasal dari pemilik Bank atau para pemegang saham, baik para pemegang saham pendiri maupun pemegang saham yang ikut dalam usaha Bank tersebut pada waktu kemudian, termasuk para pemegang saham publik.

Dana modal sendiri terdiri atas beberapa bagian, yaitu :

- Modal di Setor
Uang yang disetor secara efektif oleh pemegang saham pada saat Bank didirikan

- Agio Saham
Nilai selisih jumlah uang yang dibayarkan oleh pemegang saham baru dibandingkan dengan nilai nominal saham

- Cadangan-cadangan
Sebagian laba yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang digunakan untuk menutup kemungkinan timbulnya risiko dikemudian hari

- Laba ditahan
Laba milik para pemegang saham yang diputuskan oleh mereka sendiri melalui rapat umum pemegang saham untuk tidak dibagikan sebagai dividen tetapi dimasukkan kembali dalam modal kerja untuk operasional bank.

2. Dana Pihak Kedua ( dana pinjaman dari pihak luar )
Dana-dana pinjaman yang berasal dari pihak luar, yang terdiri atas :

- Call Money
Pinjaman dari bank lain yang berupa pinjaman harian antarbank. Apabila ada kebutuhan mendesak yang diperlukan bank

- Pinjaman biasa antarbank
Pinjaman dari bank lain yang berupa pinjaman biasa dengan jangka waktu relatif lama. Jangka waktu bersifat menengah atau panajng dengan tingkat bunga relatif lunak

- Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank
Lebih banyak berbentuk surat berharga yang dapat diperjualbelikan dalam pasar uang sebelum jatuh tempo

- Pinjaman dari Bank Sentral
Pinjaman (kredit) yang diberikan Bank Indonesia kepada bank untuk membiayai usaha-usaha masyarakat yang tergolong berprioritas tinggi

3. Dana Pihak Ketiga ( Dana dari Masyarakat )
Dana yang dihimpun dari masyarakat inimerupakan sumber dana terbesar yang paling dihandalkan oleh Bank, yaitu sekitar 80%-90% dari seluruh dana yang dikelola bank.
Dana ini terdiri dari beberapa jenis :

- Giro
Simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.

- Deposito
Simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu baerdasarkan perjanjian. Dilihat dari sudut biaya dana, merupakan dana yang relatif mahal dibanding dengan sumber dana lainnya.
- Tabungan
Simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dengan syarat-syarat tertentu.

Senin, 10 Januari 2011

Contoh Siklus Aplikasi SIA Pendapatan dan Pengeluaran

Nama : Muhammad Fiki Pratama
NPM : 31108324
Kelas : 3DB04


Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern.















5. Slip Pengepakan 12. Voucher Jurnal
6. Memo Penagihan 13. Pengendalian Total
7. Nota Pengiriman


Pada diagram aliran data (DFD) sistem aplikasi order penjualan memuat prosedur-prosedur yang tercakup dalam penerimaan dan pengiriman order pelanggan dan dalam menyajikan faktur-faktur yang menguraikan produk, pelayanan dan penilaian.

• Sistem Piutang dagang
Piutang dagang adalah sejumlah nilai yang menjadi hak perusahaan sebagai akibat dari timbulnya transaksi penjualan secara kredit. Terdapat 2 pendekatan dasar dalam aplikasi piutang dagang yaitu :

a. Pemrosesan akun terbuka: dibuatkan catatan terpisah untuk setiap
faktur pelanggan. Pada saat nota pengiriman uang diterima, dicocokkan ke faktur-faktur yang belum dilunasi.
b. Pemrosesan saldo: nota-nota pelanggan dbebankan ke saldo total piutang pelanggan dan bukan ke faktur-faktur pelanggan.

Pengolahan piutang dagang merupakan hal yang sangat kompleks dalam suatu perusahaan. Perusahaan bidang keuangan skala besar baik itu asuransi atau perbankan dapat memiliki rekening piutang terpisah yang sangat besar jumlahnya. Terkadang timbul kendala permrosesan dalam hal waktu, sehingga tidak jarang perusahaan menggunakan kebijakan rencana penagihan bersiklus cycling billing plan), dimana arsip piutang dagang dipisahkan baik itu secara alfabet atau nomor rekening. Penagihan piutang dilakukan secara bertahap, misalnya dalam 1 bulan terbagi menjadi 3 atau 4 periode penagihan. Sehingga kebijakan ini secara tidak langsung juga mempengaruhi lancarnya arus kas masuk perusahaan. Karena biasanya pelanggan akan segera membayar hutang tidak lama setelah menerima surat tagihan dari perusahaan.

• Arus Transaksi dalam Piutang Dagang
a. Penerimaan Kas
b. Penagihan
c. Piutang Dagang
d. Kredit
e. Buku Besar

- Retur dan Potongan Penjualan
Rekening ini timbul apabila terdapat retur atau pengembalian barang yang telah dijual. Hal ini disebabkan diantaranya adalah kerusakan barang, penyusutan jumlah, kekeliruan pencatatan, dsb. Jumlah barang yang diretur atau dikembalikan akan mengurangi jumlah transaksi yang terjadi. Jumlah potongan atau pengurangan dinegosiasikan antara pelanggan dengan tenaga penjual dan harus ditelaah dan disahkan oleh pihak yang independen, misalnya departemen kredit.

• Penghapusan Piutang dagang
Fokus utama dari piutang yang dihapuskan adalah piutang yang sudah jatuh tempo dan benar benar sudah tidak dapat ditagih. Cara lain yang mungkin bisa dilakukan agar penghapusan piutang tidak terjadi misalnya adalah dengan surat peringatan, surat tindak lanjut atau agen penagihan.

B. APLIKASI-APLIKASI SIKLUS PENGELUARAN
- Pembelian : Sentralisasi, dengan pendekatan ini maka pembelian dapat memperoleh diskon atau potongan yang besar, posisi pasar yang lebih kuat, pengendalian persediaan yang lebih baik dan spesialisasi pembeli.
-> Desentralisasi, dengan metode ini maka akan dapat meningkatkan
tanggungjawab masing-masing pelaksana pembelian.










b. Pencatat Jam kerja
Menyajikan dan mengontrol laporan jam kerja
c. Penggajian
Perhitungan dan penyiapan proses penggajian

• Persyaratan Pemrosesan Penggajian
Untuk melakukan pemrosesan penggajian, beragam berkas harus dibuat dalam system penggajian ini. Informasi dasar mengenai identitas karyawan merupakan hal yang pokok yang harus sudah tersedia datanya sebelum proses penggajian mulai. Daftar gaji atau jurnal
khusus harus dibuat untuk mendokumentasikan pembayaranpembayaran yang aktual. Berkas-berkas yang berkaitan dengan pelaporan kepada pemerintah, tabel-tabel pajak, potongan dan
tunjangan karyawan juga merupakan berkas pendukung proses penggajian


Sumber :
- http://rnovia.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/21647 /BAB+5+_APLIKASI+SIKLUS+PEND+%26+PENGEL_-5.pdf

- http://www.anneahira.com/artikel-umum/sistem-informasi-akuntansi.htm

Selasa, 14 Desember 2010

Komponen Sistem Basis Data

Komponen sistem basis data terdiri dari :
1. Data
Disimpan secara integrasi, artinya basis data meupakan gabungan dari berbagai macam file aplikasi yang berbeda yang disusun dengan menghilangkan bagian-bagian yang rangkap. Sebagai alat penghubung digunakan kunci (key).

2. Perangkat Keras
Mencangkup peralatan atau perangkat komputer yang digunakan untuk pengelolaan sistem basis data. Contoh : alat input/output, komunikasi data dan sebagainya.

3. Perangkat Lunak
Sebagai penghubung antara pemakai dan basis data. Contoh : DBMS

4. Pemakai
Dibagi menjadi 4 kategori :
a. System Engineer
Tenaga ahli yang bertanggung jawab atas pemasangan sistem basis data dan juga mengadakan peningkatan dan melaporkan kesalahan dari sistem tersebut.

b. Database Administrator (DBA)
Tenaga ahli yang mempunyai tugas untuk mengontrol sistem basis data secara keseluruhan, meramalkan kebutuhan akan sistem basis data, merencanakan dan mengaturnya.


c. Programmer
Pemakai yang berinteraksi dengan basis data melalu Data Manipulation Languange (DML), yang disertakan dalam program yang ditulis dalam bahasa pemprograman induk ( seperti C, Pascal, Cobol dan lain-lain )



d. Pemakai Akhir
• Casual User ( Pemakai Mahir )
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem tanpa menilis modul program.
• End User/Naive User ( Pemakai Umum)
Pemakai yang berinteraksi dengan sistem data melalui pemanggilan suatu program aplikasi permanen
• Specialized/Sophisticated User ( Pemakai Khusus )
Pemakai yang menulis aplikasi basis data non konvensional tetapi untuk keperluan-keperluan khusus seperti aplikasi AI, Sistem Pakar, Pengolahan Citra dan lain-lain, yang bisa saja mengakses basis data dengan atau tanpa DBMS yang bersangkutan.


Sumber : Fotocopy Pengantar Basis Data, Muhammad Fuad, Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma

Keuntungan dan Kerugian Basis Data

1. Keuntungan Pemakaian Basis Data
a) Terkontrolnya Kerangkapan Data
- Pada Non Basis Data
Setiap program aplikasi mempunyai file tersendiri sehingga banyak field yang terulang kembali pada file lain. Hal ini akan membuang ruang storage.
- Basis Data
Hanya mencantumkan satu kali saja field yang sama yang dapat dipakai oleh semua aplikasi yang memerlukannya.
b) Terpeliharanya keselarasan ( kekonsistenan ) data
c) Data dapat dipakai secara bersama
d) Dapat diterapkan standarisasi
e) Keamanan data terjamin
f) Terpeliharanya Integritas data
g) Terpeliharanya keseimbangan ( keselarasan ) antara kebutuhan data yang berbeda dalam setiap aplikasi
h) Data independence ( Kemandirian Data )

2. Kerugian Pemakaian Basis Data
a) Storage ( tempat penyimpanan data ) yang digunakan besar
b) Dibutuhkan tenaga yang terampil dalam mengelola data
c) Sotware ( perangkat lunaknya ) mahal
d) Kerusakan pada sistem database dapat mempengaruhi departemen lain yang terkait


Sumber : Fotocopy Pengantar Basis Data, Muhammad Fuad, Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma

Beberapa Istilah yang digunakan pada Basis Data


1. Enterprise
Data uyang disimpan dalam basis data merupakan data operasional dari suatu enterprise.

2. Entity ( Entitas )
Suatu object yang dapat dibedakan dari lainnya yang dapat diwujudkan dalam basis data.

3. Attribute ( Atribut )
Karakterikstik dari entitas.

4. Data Value ( Nilai Data )
Nilai data merupakan isi data/informasi yang tercangkup dalam setiap elemen data.

5. Key Data Element (Kunci Elemen Data)
Tanda Pengenal yang secara Unik mengidentifikasikan entitas dari suatu kumpulan entitas.

6. Record Data
Kumpulan isi elemen data ( atribut ) yang saling berhubungan.

Sumber : Fotocopy Pengantar Basis Data, Muhammad Fuad, Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma.