Sabtu, 12 Oktober 2013

Peran Keluarga dalam Pembentukan Individu dalam Peranan Sebagai Anggota Masyarakat


       Keluarga merupakan institusi terkecil dalam masyarakat. Masyarakat adalah unit yang membentuk negara. Oleh karena itu, keluarga sangat berperan penting dalam pembentukan setiap karakter individu. Karakter merupakan kunci bagi sumber daya manusia yang berkualitas. Sehingga, pendidikan karakter sejak usia dini merupakan hal yang penting.  
         Berbagai masalah yang dihadapi di negara kita salah satunya diakibatkan oleh adanya krisis karakter  para pejabat negara. Misalnya saja kasus korupsi. Tidak hanya masalah pejabat negara dengan kasus korupsinya saja, namun juga masalah generasi muda bangsa yang nampaknya sudah jauh dari perilaku baik. Sebut saja tawuran antar pelajar, sex pra nikah atau bahkan hal terkecil seperti menyontek, berlaku tidak sopan dengan teman, orang tua maupun guru dan berbicara tidak baik.
       Padahal semestinya masalah tersebut tidak akan terjadi jika keluarga melakukan fungsinya dengan benar. Semakin hari, dapat terlihat bahwa hancurnya nilai luhur yang terkandung dalam keluarga. Fungsi keluarga menurut Effendi 1998  khususnya fungsi psikologis adalah memberikan perhatian diantara anggota keluarga, memberikan pendewasaan kepribadian anggota keluarga dan memberikan identitas keluarga. Fungsi pendidikan yaitu salah satunya adalah mempersiapkan anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam memenuhi peranannya dalam kehidupan dewasa, serta fungsi sosialisasi yaitu membentuk norma tingkah laku sesuai dengan perkembangan anak. Sebenarnya, bila keluarga melakukan fungsinya dengan baik, maka semua masalah yang terkait dengan krisis karakter akan terselesaikan.
        Namun, keluarga seringkali melewatkan begitu saja fase kritis dalam pembentukan sikap moral anak. Kadangkala orang tua tidak memikirkan bagaimana perkembangan moral anaknya sehingga tidak terlalu fokus dalam membentuk karakter anak agar menjadi seorang pribadi yang berkualitas di masa yang akan datang.        
        Dengan tuntutan globalisasi dan perkembangan teknologi saat ini, komunikasi antar anggota keluarga terkadang sangat sulit dilakukan. Dengan kesibukan orang tua yang bekerja, seringkali keluarga hanyalah tempat untuk menginap saja. Tidak ada pendidikan dan sosialisasi yang diberikan orang tua kepada anaknya. Sekarang,  juga banyak kasus perceraian yang dapat berdampak buruk terhadap anak. Anak broken home rentan sekali terbawa arus negatif pergaulan, apalagi anak tersebut adalah anak remaja.
      Media, khususnya media televisi juga dapat menyumbang dampak negatif dalam pengembangan karakter individu. Sebagian besar pasti setiap keluarga mempunyai televisi di rumahnya. Sehingga dampak yang diberikan oleh media siaran ini bisa cukup besar. Sekarang ini, sulit sekali menemukan tayangan-tayangan yang bermanfaat khususnya tayangan untuk anak. Terkadang, tayangan untuk anak tersebut sebenarnya tidak cocok bila ditonton oleh anak kecil. Bila tidak ada perhatian orang tua secara khusus terhadap hal ini, anak pun dapat terkena dampak yang negatif.
         Penanaman spiritual pada anak sejak dini juga penting dalam membangun karakternya. Misalnya saja, anak diajarkan mengaji atau diberiahu tentang aturan-aturan agama dan mulai belajar menerapkannya. Agar, saat ia remaja atau dewasa, sudah ada pengetahuan dan tertanam dalam dirinya perilaku apa saja yang baik dan benar. Sehingga orang tua tidak akan khawatir bila anaknya jauh dari mereka karena pribadinya sudah terbentuk sikap yang baik. Seperti menurut Ratna Megawangi, bahwa dalam pembentukan karakter,   ada tiga hal yang berlangsung secara terintegrasi. Pertama, anak mengerti baik dan buruk, mengerti tindakan apa yang harus diambil, mampu memberikan prioritas hal-hal yang baik. Kemudian, mempunyai kecintaan terhadap kebajikan, dan membenci perbuatan buruk. Misalnya anak tidak mau berbohong karena berbohong itu hal yang buruk . Ketiga, anak mampu melakukan kebajikan, dan terbiasa melakukannya.
       Oleh karena itu, pembangunan karakter tidak dapat terlepas dari keluarga, sekolah dan lingkungan sekitar individu tersebut. Keluarga merupakan hal yang terpenting, karena keluarga ibarat akar yang menentukan akan menjadi apa dan bagaimana seorang individu tersebut.  Bila keluarga menjalankan fungsinya dengan baik, maka individu-individu yang dilahirkan akan mempunyai moral dan karakter yang baik sehingga dapat membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Bukan tidak mungkin bila negara kita dapat terlepas dari berbagai masalah krisis moral  karena disusun oleh masyarakat yang mempunyai keluarga yang berfungsi dengan baik

Kamis, 03 Oktober 2013

Unsur-Unsur Budaya

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sangsekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) yang diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.                                        
Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.

Dalam budaya universal terdapat 7 unsur kebudayaan yaitu :
1.Sistem Kepercayaan (Religi)
2.Sistem Pengetahuan
3.Peralatan dan Perlengkapan Hidup Manusia
4.Mata Pencarian dan Sistem – sistem Ekonomi
5.Sistem Organisasi Kemasyarakatan
6.Bahasa
7.Kesenian

Pada dasarnya setiap unsur kebudayaan dapat berubah seiring berjalannya waktu dan kondisi dari manusia yang menjalani kehidupannya. Dari 7 kebudayaan universal tersebut kebudayaan universal nomor 1 lah yang paling sulit untuk diubah/berubah.

Berikut ini kita akan mengulas tentang 7 kebudayaan universal :
1. Sistem Religi Kepercayaan manusia terhadap adanya Sang Maha Pencipta yang muncul karena kesadaran bahwa ada zat yang lebih dan Maha Kuasa.
2. Sistem Pengetahuan Sistem yang terlahir karena setiap manusia memiliki akal dan pikiran yang berbeda sehingga memunculkan dan mendapatkan sesuatu yang berbeda pula, sehingga perlu disampaikan agar yang lain juga mengerti.
3. Sistem Peralatan dan Perlengkapan Hidup Manusiaa Sistem yang timbul karena manusia mampu menciptakan barang – barang dan sesuatu yang baru agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan membedakan manusia dengam makhluk hidup yang lain.
4. Sistem Mata Pencaharian Hidup dan Sistem – Sistem Ekonomi Terlahir karena manusia memiliki hawa nafsu dan keinginan yang tidak terbatas dan selalu ingin lebih.
5. Sistem Organisasi Kemasyarakatan Sistem yang muncul karena kesadaran manusia bahwa meskipun diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna namun tetap memiliki kelemahan dan kelebihan masing – masing antar individu sehingga timbul rasa utuk berorganisasi dan bersatu.
6. Bahasa Sesuatu yang berawal dari hanya sebuah kode, tulisan hingga berubah sebagai lisan untuk mempermudah komunikasi antar sesama manusia. Bahkan sudah ada bahasa yang dijadikan bahasa universal seperti bahasa Inggris.
7. Kesenian Setelah memenuhi kebutuhan fisik manusia juga memerlukan sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan psikis mereka sehingga lahirlah kesenian yang dapat memuaskan.

Kebudayaan adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat karena kebudayaan adalah sesuatu yang dasar yang mungkin sudah kebiasaan dari pendahulu-pendahulunya. kita perhatikan juga sekarang ini ada beberapa unsur budaya yang mulai luntur, seperti misalnya dalam hal kesenian. Tidak jarang masyarakat zaman sekarang terutama anak-anak yang mengenal permainan-permainan dari daerah masing-masing. Hal ini miris sekali melihatnya dibanding dengan anak-anak sekarang yang lebih tertarik dengan permainan modern, seperti misalnya bermain game online, bermain game di Tab, dsb. sekarang tugas kita bagaimana untuk mengenalkan kembali tradisi budaya dari negara kita, dapat kita contohkan untuk disekolah-sekolah setiap minggunya dapat diadakan permainan daerah. dengan demikian anak-anak akan tertarik dan ingin tahu untuk mengenal permainan daerah itu. tentunya permainan daeraha akan populer kembali karena mungkin anak-anak dapat memainkannya kembali diluar sekolah.

Rabu, 11 Mei 2011

BANK SENTRAL

Nama : Muhammad Fiki Pratama
NPM : 31108324
Kelas : 3DB04

Bank Sentral adalah bank yang merupakan struktur moneter dan perbankan di negara yang bersangkutan dan yang melaksanakannya untuk kepentingan ekonomi nasional.
Fungsi-fungsi bank sentral :
1. Memperlancar lalu lintas pembayaran
- Menciptakan uang kartal
- Menyelenggarakan kliring antar bank umum

2. Sebagai Bankir, agen dan penasehat pemerintah
Bank sentral sebagai bankir :
- Memelihara rekening Pemerintah
- Memberikan pinjaman sementara
- Memberikan pinjaman khusus
- Melaksanakan transaksi yang menyangkut jual beli valuta asing
- Menerima pembayaran pajak
- Membantu pembayaran pemerintah dari pusat ke daerah
- Membantu pengedaran surat berharga pemerintah
- Mengumpulkan dan menganalisis data ekonomi
Bank sentral sebagai agen dan penasehat pemerintah :
- Mengadministrasi dan mengelola hutang nasional
- Memberikan jasa pembayaran bunga atas hutang
- Memberikan saran dan informasi mengenai keadaan pasar uang dan modal

3. Memelihara cadangan/cash reserve bank umum
4. Memelihara cadangan devisa negara, yang meliputi :
- Internal reserve, untuk keperluan jumlah uang beredar
- Eksternal reserve, untuk alat pembayaran internasional

5. Sebagai bankers bank dan lender of last resort
6. Mengawasi kredit
7. Mengawasi bank ( Bank supervision ) :
a. Prudential Supervision : Pengawasan bank yang diarahkan agar individual bank dapat diajaga kelangsungan hidupnya sehingga kepentingan masyarakat dapat dilindungi
b. Monetary Supervision : Menjaga nilai mata uang negara yang bersangkutan sehingga bank tersebut dapat menjadi penyangga kebijakan moneter maupun kebijakan ekonomi pemerintah lainnya.
Sumber : Seri diktat kuliah Bank dan Lembaga Keuangan lainnya, Peni Sawitri & Eko Hartanto, Universitas Gunadarma, 2007.

BANK UMUM

Nama : Muhammad Fiki Pratama
NPM : 31108324
Kelas : 3DB04

Bank umum adalah suatu badan usaha yang kegiatan utamanya menerima simpanan dari masyarakat dan atau pihak lainnya, kemudian mengalokasikannya kembali untuk memperoleh keuntungan serta menyediakan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran. Dari pengertian tersebut, bank menjalankan fungsi yang berkaitan dengan pengumpulan dana, pengalokasian dana serta penyediaan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Fungsi-fungsi Bank Umum :
a. Menyediakan mekanisme dan alat pembayaran yang lebih efisien dalam kegiatan ekonomi
b. Mencipatakan uang melalui pembayaran kredit dan investasi
c. Menghimpun dana dan menyalurkannya kepada masyarakat
d. Menyediakan jasa-jasa pengelolaan dana dan trust atau wali amanat kepada individu atau perusahaan
e. Menyediakan fasilitas untuk perdagangan internasional
f. Memberikan pelayanan penyimpanan untuk barang-barang berharga
g. Menawarkan jasa-jasa keuangan lain misalnya kartu kredit, cek perjalanan, ATM, transfer dana dan sebagainya.

Bank

Nama : Muhammad Fiki Pratama
NPM : 31108324
Kelas : 3DB04

Bank adalah Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnyadalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak dan dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Berdasarkan UU no 10 tahun 1998, Bank dibagi menjadi beberapa bentuk :
1. Bank Umum
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatan usahanya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

2. Bank Perkreditan Rakyat
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatan usahanya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Enam Pilar API

Nama : Muhammad Fiki Pratama
NPM : 31108324
Kelas : 3DB04


Visi arsitektur perbankan Indonesia adalah menciptakan sistem perbankan yang sehat, kuat dan efisien, yang dugunakan untuk menciptakan kestabilan sistem keuangan nasional dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk merealisasikan pencapaian visi API tersebut maka ditetapkan 6 ( enam ) pilar API. Keenam pilar API tersebut adalah sebagai berikut :
1. Menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendorong pembangunan ekonominasional yang berkesinambungan
2. Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional
3. Menciptakan industri perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi resiko
4. Mencipatakn Good Corporate Governance dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan nasional
5. Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industri perbankan yang sehat
6. Mewujudkan pemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan

Sumber Dana Bank

Nama : Muhammad Fiki Pratama
NPM : 31108324
Kelas : 3DB04

Dana Bank adalah uang tunai yang dimiliki Bank ataupun aktiva lancar yan dikuasai Bank dan setiap waktu dapat diuangkan.
Dana-dana Bank yang digunakan sebagai alat bagi operasioanal suatu Bank bersumber dari dana-dana sebagai berikut :
1. Dana Pihak kesatu ( Dana dari Modal Bank Sendiri )
Dana yang berasal dari pemilik Bank atau para pemegang saham, baik para pemegang saham pendiri maupun pemegang saham yang ikut dalam usaha Bank tersebut pada waktu kemudian, termasuk para pemegang saham publik.

Dana modal sendiri terdiri atas beberapa bagian, yaitu :

- Modal di Setor
Uang yang disetor secara efektif oleh pemegang saham pada saat Bank didirikan

- Agio Saham
Nilai selisih jumlah uang yang dibayarkan oleh pemegang saham baru dibandingkan dengan nilai nominal saham

- Cadangan-cadangan
Sebagian laba yang disisihkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang digunakan untuk menutup kemungkinan timbulnya risiko dikemudian hari

- Laba ditahan
Laba milik para pemegang saham yang diputuskan oleh mereka sendiri melalui rapat umum pemegang saham untuk tidak dibagikan sebagai dividen tetapi dimasukkan kembali dalam modal kerja untuk operasional bank.

2. Dana Pihak Kedua ( dana pinjaman dari pihak luar )
Dana-dana pinjaman yang berasal dari pihak luar, yang terdiri atas :

- Call Money
Pinjaman dari bank lain yang berupa pinjaman harian antarbank. Apabila ada kebutuhan mendesak yang diperlukan bank

- Pinjaman biasa antarbank
Pinjaman dari bank lain yang berupa pinjaman biasa dengan jangka waktu relatif lama. Jangka waktu bersifat menengah atau panajng dengan tingkat bunga relatif lunak

- Pinjaman dari Lembaga Keuangan Bukan Bank
Lebih banyak berbentuk surat berharga yang dapat diperjualbelikan dalam pasar uang sebelum jatuh tempo

- Pinjaman dari Bank Sentral
Pinjaman (kredit) yang diberikan Bank Indonesia kepada bank untuk membiayai usaha-usaha masyarakat yang tergolong berprioritas tinggi

3. Dana Pihak Ketiga ( Dana dari Masyarakat )
Dana yang dihimpun dari masyarakat inimerupakan sumber dana terbesar yang paling dihandalkan oleh Bank, yaitu sekitar 80%-90% dari seluruh dana yang dikelola bank.
Dana ini terdiri dari beberapa jenis :

- Giro
Simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro dan surat perintah pembayaran lainnya atau dengan cara pemindahbukuan.

- Deposito
Simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu baerdasarkan perjanjian. Dilihat dari sudut biaya dana, merupakan dana yang relatif mahal dibanding dengan sumber dana lainnya.
- Tabungan
Simpanan pihak ketiga pada bank yang penarikannya hanya dapat dilakukan dengan syarat-syarat tertentu.